BLORA POS– Pemerintah Kabupaten Blora mulai menyiapkan operasional bus sekolah gratis untuk membantu siswa berangkat dan pulang sekolah. Program ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menyediakan transportasi aman, nyaman, dan terjangkau bagi para pelajar, khususnya yang tinggal di wilayah pelosok dengan akses transportasi terbatas.
Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Perumkimhub) Kabupaten Blora, Pujiariyanto, S.Hut., M.Eng., menjelaskan tahapan persiapan meliputi tes tertulis dan tes wawancara dalam proses rekrutmen pengemudi. Tahapan tersebut belum menjadi akhir seleksi karena masih ada proses lanjutan yang harus diselesaikan.
Dalam pelaksanaannya, bus sekolah akan dimanfaatkan terlebih dahulu sesuai armada yang tersedia. Pemerintah sebelumnya mengusulkan empat unit bus, tetapi bantuan yang diterima baru satu unit. Karena itu, layanan akan dijalankan sebagai tahap awal untuk melihat kebutuhan dan minat masyarakat.
“Dulu kita mengajukan bantuan empat unit bis sekolah, tetapi dari pemerintah baru diberikan satu. Ya sudah, kita manfaatkan dulu sambil melihat bagaimana minat masyarakat,” jelasnya saat di temui di kantornya.
Program ini tak hanya membantu meringankan beban biaya transportasi keluarga, tetapi juga menjadi solusi menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar akibat maraknya penggunaan sepeda motor oleh siswa. Sejak beroperasi, minat masyarakat terhadap layanan ini sangat tinggi.
Hasil survei menunjukkan rute Blora–Kunduran menjadi salah satu jalur dengan kebutuhan layanan cukup tinggi. Selain itu, jalur Blora–Jiken hingga Cepu juga menjadi perhatian karena banyak pelajar melakukan perjalanan di wilayah tersebut. Rute dan titik penjemputan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kapasitas bus.
Petakan Rute
Petugas nantinya akan memetakan titik penjemputan di sejumlah lokasi agar siswa dapat berkumpul sebelum diantar ke sekolah. Jumlah penumpang akan disesuaikan dengan kapasitas kendaraan, yakni sekitar 25 orang. Pengaturan tersebut diperlukan agar layanan berjalan tertib dan tidak melebihi daya angkut bus.
Pujiariyanto menilai langkah Pemerintah Kabupaten Blora sebagai contoh inovasi daerah yang patut diapresiasi.
“Program bus sekolah gratis ini bukan sekadar layanan transportasi, melainkan investasi sosial jangka panjang. Blora berhasil menghadirkan transportasi yang inklusif, berkeadilan, dan mendukung pendidikan anak bangsa,” ujar Puji dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Sebagian pelajar masih mengendarai kendaraan sendiri dengan kelengkapan atau dokumen yang belum sesuai ketentuan.
“Harapan kami, orang tua bisa mengantar anak-anaknya ke sekolah. Kalau tidak memungkinkan, nantinya bisa memanfaatkan titik penjemputan yang disiapkan,” jelasnya.
Dengan semangat “Mengantar Aman, Menjemput Impian,” program bus sekolah gratis Blora menjadi bukti bahwa kebijakan publik yang berpihak pada masyarakat dapat membawa perubahan besar bagi masa depan generasi muda.(Ambar)




























0 Komentar